KECUBUNG (Datura metel L.)

Tanaman termasuk familia Solanaceae. Tempat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi, tanah gembur dan subur. Daerah ketinggian 950 meter di atas permukaan laut, sering tumbuh liar sebagai semak di hutan kecil atau bekas kebun.

Untuk pengembangbiakannya buah yang sudah tua dipetik dan bijinya dikeringkan. Biji ini selanjutnya disemai lalu ditanam.

Nama lain :  kecubu (Melayu), kecubung (Jawa), kacobhung chobung (Madura), bulutuhe (Gorontalo), padura (Ternate), toru mabo (Nias), atau babotek (Timor).

Tanaman ini mengandung : alkaloid, scopolamine, hyoscymine, dan atropin.

Kegunaan :

Asma: Bagi orang dewasa, kecubung dapat dijadikan rokok yang dihisap penderita. Caranya bunga kecubung dikeringkan, dapat pula 2 daun kecubung dikeringkan. Daun atau bunga kecubung ini lantas dilinting, lalu dibakar dan dihisap seperti rokok. Obat ini sebaiknya tidak dihisap lebih dari 1 batang dalam waktu 6 jam, karena dapat menimbulkan ketagihan sehingga tidak cocok untuk anak-anak. Penderita asma yang masih muda atau anak-anak dapat menghirup uap bakaran daun atau bunga kecubung. Caranya sama seperti di atas, hanya setelah daun atau bunga dikeringkan, bahan tersebut lantas dibakar.

Bisul: Petiklah daun atau bunga kecubung. Tumbuk bahan tersebut. Tempelkan tumbukan bahan ini ke bisul yang sakit. Biasanya bisul akan segera matang dan sembuh.

Anus turun: Bagian batang dan daun tanaman direbus lalu dijadikan obat pencuci anus. (mrd)

 
SUMBER :

Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.

Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.

Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.

Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.